Monday, March 30, 2020

Pandemi Corona Bagaimana Cara Menjaga Semangat Belajar Selama Diam Di Rumah

Pandemi Corona Bagaimana Cara Menjaga Semangat Belajar Selama Diam Di Rumah


Di tengah pandemi corona, harus berada dalam rumah satu dua hari sampai seminggu, mungkin tidak masalah bagi anak-anak karena mereka baru menikmati suasana baru keluar dari rutinitas berangkat sekolah, belajar dan pulang mengerjakan tugas. Namun jika berlangsung lama, mendapatkan anak Anda berkonsentrasi bisa menjadi tugas yang cukup rumit. Anak - anak mulai merasakan kebosanan menghabiskan hari - harinya di rumah.




Menjaga semangat belajar dan belajar berkonsentrasi di tengah situasi seperti itu, bisa menjadi tugas yang sulit bagi anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar. Apalagi jika dikaitkan dengan pendapat para ahli, bahwa biasanya, seorang anak dapat berkonsentrasi keras selama tiga sampai lima menit untuk setiap tahun. Pada usia lima tahun mungkin bisa fokus selama sekitar 15 menit, sementara di usia 10 tahun kemampuan maksimal terutama dalam mengerjakan tugas bisa satu jam.


Kita semua dalam kondisi yang sama, menghadapi pengalaman pertama dan kita belajar bersama-sama bagaimana kita menangani situasi ini?


Saat hari-hari yang pertama berubah menjadi berminggu-minggu, setiap orang menghadap penurunan mental, mulai menghadapi kebosanan, kemarahan, kecemasan dan banyak lagi emosi. Dalam kondisi ini kita mencari solusi agar semangat belajar di rumah secara formal dan informal, anak - anak tetap terjaga. Terutama hal yang pernah mengatasi kesedihan dan kekesalan anak secara emosional harus tetap berada di rumah.


Satu hal yang mungkin bisa dilakukan bagi para orag tua, selain masalah lainnya terutama pada orang tua sendiri, yang memiliki kekhawatiran akan kesuksesan sosial dan emosional anak Anda. Anda dapat memberikan pengertian secara emosional, bahwa anak - anak yang lain juga memiliki masalah yang sama dengan anak Anda dan Anda. Jadi tetap bertahan dan bersabar, semoga hari esok sudah berlalu.


Hal ini sebagai langkah antisipasi mencuatnya kebosanan anak - anak. Karena mereka, anak - anak, mau tidak mau harus tetap dalam kegiatan aktivitasnya. Maka bagi Anda perlu untuk mengarahkan pikirannya dengan memberikan pengertian pada anak - anak tidaklah menyita waktu dalam jadwal pelajaran online-nya.


Karena dalam kegiatan belajar yang dibutuhkan daya tahan pikiran untuk tetap fokus dalam mata pelajaran yabg dihadapinya, itulah letak perbedaannya.


Sekarang ini bagi para orang tua, bukan saatnya untuk melihat tentang seberapa baik Anda melakukan pembinaan dan pengawasan. Yang kedua Anda harus memiliki minimal 30% lebih banyak dalam menjaga konsistens orang tua membangun semangat dan konsentrasi belajar anak Anda. Dan dalam situasi ini sebetulnya kesempatan emas bagi para orang tua untuk membangun suasana yang bersahaja bersama anak And.


Bagi orang tua dalam mengatasi masalah ini, cara berikutnya, berikan ruang aktivitas ringan secara bersama - sama, misalkan berolah raga selama 15 menit. Bermain games bersama diluar jam belajar anak dan di luar aktivitas rutin Anda. Sekarang sekolah pastinya memberikan pilihan pembelajaran online, apakah Anda dapat dapat membantu mereka mengoperasikan komputer dimana anak akan menggunakannya setiap hari.


Jika Anda tidak memiliki komputer) (bagaimana Anda memiliki pengujian standar? (Presiden Trump mengatakan bahwa pemerintahannya adalah melahirkan persyaratan federal untuk tes standar K-12, dan pengujian AP yang tatap-tayang akan diganti dengan ujian online yang lebih pendek.) Bagaimana dengan anak-anak dengan autisme atau cacat lainnya? Bagaimana kita dapat membantu mereka mengatasi gangguan pada rutinitas mereka







Demikian tips menjaga semangat belajar di rumah selama aturan diberlakukan untuk tetap di rumah karena pandemi virus corona.


Semoga ada manfaatnya.