Friday, August 28, 2020

Hand Sanitizers Tidak Akan Mengurangi Penularan Virus Corona

Hand Sanitizers Tidak Akan Mengurangi Penularan Virus Corona

Hand Sanitizers Tidak Akan Mengurangi Penularan Virus Corona





Membawa hand sanitisers kemana - mana itu baik, berarti Anda peduli dengan kesehatan Anda. Namun jika Anda berpikir Hand Sanitizers bisa melindungi Anda dari tertularnya virus itu pemahaman yang. salah.




Sejak bulan Januari awal Bila Sehat telah memberikan tips cara proteksi virus corona. Hal ini karena berdasarkan pengamatan tentang virus corona tahun 2010 dan 2012. Virus jenis ini sebetulnya tidak berbahaya namun dibuat dengan melakukan rekayasa membuat virus ini menjadi mematikan. Jadi jangan menyalahkan kelelawar karena mahluk ini sudah ada sejak berabad - abad silam.


Mengenai virus, seperti yang disampaikan diawal paragrap, bahwa hand sanitizers bukan material untuk membunuh virus. Komposisi didalamnya adalah campuran metil alkohol, zat ini desinfektan hanya untuk mikro organisme.


Sedangkan virus bukan tergolong mikro organism. Bicara organisme sama dengan biotik, mahluk hidup renik. Bisa berstruktur sel tunggal dan ini bisa diurai atau dioksidasi oleh bahan kimia oksidator, seperti alkohol dan chlor dan yang lainnya.


Virus adalah berstruktur selullar non biotik, dalam keadaan bebas ia merupakan benda mati. Hanya bereaksi jika dalam media protein basah. Karena virus adalah non renik maka ia tidak berakibat apa - apa apabila dalam keadaan bebas virus ini dilumuri allkohol. Dan yang membuat kerusakan dalam jaringan tubuh bukan karena perkembangbiakan virus didalam tubuh, tapi gen DNA yang terinfeksi virus akan melakukan duplikasi perubahan struktur yang disebabkan oleh reaksi dengan virus.


Maka solusi yang tepat untuk melindungi diri dari virus corona adalah


  1. Bilas tangan dengan Air mengalir setiap berkunjung ke mana pun, hal ini sudah dilakukan dengan benar yang dilakukan mall, plaza dan beberapa area publik

  2. Sebelum dibilas dengan air yang mengalir, dapat dibersihkan terlebih dahulu dengan sabun cuci.

  3. Lindungi mulut - hidung dan mata Anda saat bepergian. Untuk melakukan ini dapat menggunakan masker dan kacamata biasa.

  4. selebihnya jika terjadi gejala demam dan lain - lain penanganan awal dapat dibaca di sini

  5. Terakhir tidak takut untuk di Swab tes karena ini baik bagi Anda untuk mengetahui kondisi Anda yang sebenarnya sehingga Anda bisa cepat melakukan terapi jika hasilnya positif.





Bila sehat sudah banyak berbagi tips penecagahan dari kemungkinan tertular dari infeksi corona.


Demikian informasi tips dan saran proteksi diri dari tertular virus corona.


Semoga bermanfaat.


















⚠ Peringatan Covid-19





























Update kasus virus corona ditiap negara




Thursday, August 13, 2020

Tips Menggunakan Masker

Tips Menggunakan Masker


Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, memakai masker menjadi wajib saat berinteraksi di ruang publik. Virus tidak menyebar dari tangan yang kemudian mengusap wajah. Secara umum virus disebarkan oleh angin. Karena virus bukanlah mahluk hidup seperti bakteri dan mikroarganism.




Namun demikian, sekalipun virus bukan mahluk hidup, virus sangat cepat mereplikasi di sel inang dalam bentuk genom sel DNA dan atau RNA. Kemudian bermutasi dalam sel inang. Di udara ia menjadi benda mati karena tidak memiliki sitoplasma atau organel seluler.


Sehingga penyebaran virus tidak akan Anda sanggup untuk mengantisipasinya jika masuk ke hidung. Dengan satu virus saja dengan cepat mereflikasi kejaringan RNA dan DNA di tubuh. Seperti contohnya pilek. Khusus untuk virus corona, melumpuhkan sistim kekebalan dijaringan saluran pernapasan.


Maka menggunakan masker mulut dan hidung bukan lagi satu keharusan. Tapi satu kewajiban jika Anda ingin terhindar dari penularan virus. Namun dalam penggunaan masker juga ada cara yang terbaik yang bisa kita lakukan, khususnya untuk jenis virus novel ini.


  1. minimal Anda memiliki 3 masker

    Masker cukup murah harganya dan Anda juga bisa buat sendiri. Jadi memiliki 3 masker bukanlah kemewahan.


  2. Pastikan masker itu hanya Anda yang memakainya. Tidak dipakai bergantian dengan saudara dan atau teman Anda. Seperti pakaian, hanya Anda yang memakainya


  3. Setelah kembali ke rumah Anda dapat membuka masker, dan semprot dengan alkohol 70% bagian luar masker. Kemudian diangin-anginkan agar masker cepat kering tidak basah. Jangan simpan di kamar, simpan ditempat yang cukup cahayanya.


  4. Cuci masker jika Anda sudah pastikan di hari itu tidak akan keluar rumah lagi.


  5. Hari berikutnya gunakan masker yang lainnya.


  6. Semprot masker dengan alkohol 70% sebelum masuk kantor, jika Anda ingin melepaskan masker saat bekerja.







Semoga bermanfaat



















⚠ Peringatan Covid-19





























Update kasus virus corona ditiap negara




Jerman 'optimis' segera mendapatkan vaksin virus corona

Jerman 'optimis' segera mendapatkan vaksin virus corona


Menteri Kesehatan Jerman mengatakan "optimis" negara itu akan mendapatkan vaksin "dalam beberapa bulan mendatang, dan tentunya tahun depan." Namun, dia memperingatkan jumlah infeksi baru di kalangan anak muda terus meningkat.




Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan pada hari Kamis bahwa dia memperkirakan akan ada vaksin virus corona dalam waktu dekat.


"Saya optimis bahwa dalam beberapa bulan ke depan, dan pasti tahun depan, bisa ada vaksin," kata Spahn kepada penyiar publik Jerman ZDF, tetapi menolak menyebutkan bulan kapan vaksin tersebut akan siap.


"Satu hal yang dapat kami katakan adalah bahwa berkat kerja sama kita semua - peneliti, ilmuwan, masyarakat - kita mungkin akan memiliki vaksin lebih cepat daripada sebelumnya dalam sejarah umat manusia," tambahnya.


Komentarnya muncul tepat setelah Robert Koch Institute (RKI), badan kesehatan masyarakat Jerman, menarik laporan yang mengklaim akan ada vaksin pada musim gugur tahun ini.


RKI kemudian mengatakan bahwa laporan itu tidak mutakhir dan diterbitkan secara tidak sengaja.





Menteri Pendidikan Jerman Anja Karliczek sebelumnya mengatakan vaksin tidak akan tersedia sebelum pertengahan tahun depan.


Spahn juga mengatakan dia merasa skeptis tentang vaksin "Sputnik V" Rusia, vaksin yang disetujui peraturan pertama di dunia untuk COVID-19.


Spahn memperingatkan Rusia belum melakukan pengujian yang cukup luas dan mengatakan bahwa hanya ada sedikit data yang tersedia tentang vaksin tersebut.



'Pesta' harus dihindari



Menteri kesehatan juga menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya jumlah infeksi virus corona baru di Jerman, terutama di kalangan anak muda.


“Sejauh menyangkut tempat tidur perawatan intensif, sejauh perawatan rawat jalan, sejauh pelayanan kesehatan masyarakat - untuk saat ini kami bisa menanganinya,” kata Spahn.


Pada saat yang sama, dia memperingatkan: "Tetapi kami baru saja melihat dalam beberapa bulan terakhir bahwa (Covid-19) dapat dengan cepat mendapatkan momentum ..."


Spahn juga mengatakan bahwa sekolah, pusat penitipan anak, dan bisnis perlu kembali beroperasi secara normal, tetapi "pesta, acara besar seperti stadion yang dipenuhi ribuan penonton", harus dihindari.























⚠ Peringatan Covid-19





























Update kasus virus corona ditiap negara




Tuesday, August 11, 2020

Putin : Rusia Menjadi Negara Pertama di Dunia yang Mendaftarkan Vaksin Covid-19

Putin : Rusia Menjadi Negara Pertama di Dunia yang Mendaftarkan Vaksin Covid-19


Vaksin pertama Rusia melawan virus Corona dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute. Uji klinis vaksin diluncurkan pada 18 Juni dan semua 38 relawan mengembangkan kekebalan.




Rusia telah menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin melawan COVID-19, Presiden Vladimir Putin mengumumkan pada hari Selasa saat pertemuan pemerintah.


Vaksin itu diberi nama 'Sputnik V' mengacu pada peluncuran satelit Soviet tahun 1957, yang membuka ruang untuk eksplorasi oleh manusia.


Presiden juga meminta Menteri Kesehatan Mikhail Murashko untuk terus memberi tahu dia tentang vaksin itu, sementara pada saat yang sama dia juga mengatakan bahwa dia tahu "itu bekerja dengan cukup efektif" dan "membentuk kekebalan yang stabil".


"Saya berharap dalam waktu dekat kami dapat memulai produksi massal obat ini, yang sangat penting," kata Presiden.


Putin lebih lanjut berterima kasih kepada semua orang yang bekerja pada vaksin pertama untuk melawan virus corona, dan menggambarkannya sebagai "langkah yang sangat penting bagi dunia".


“Saya berharap rekan-rekan kita di luar negeri juga bisa maju, dan akan ada cukup banyak produk yang bisa digunakan di pasaran, di pasaran dunia untuk obat-obatan dan vaksin,” lanjut Putin.


Presiden Rusia juga mengungkapkan bahwa salah satu putrinya telah divaksinasi virus corona.


“Dalam hal ini, dia ikut dalam percobaan. Setelah vaksinasi pertama, dia memiliki suhu tubuh 38 derajat Celcius, sedangkan hari berikutnya sedikit di atas 37 derajat Celcius, itu saja. Setelah suntikan kedua, vaksinasi kedua, suhunya juga naik sedikit, lalu semuanya beres, dia merasa baik dan titer (antibodi) tinggi”, kata Putin.


Sementara itu, Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan bahwa vaksin Rusia pertama melawan virus corona akan mulai diproduksi di dua lokasi - Gamaleya Research Institute dan perusahaan Binnopharm.





“Rencana suntikan dua tahap membantu membentuk kekebalan yang langgeng. Pengalaman dengan vaksin vektor dan skema dua tahap menunjukkan bahwa kekebalan bertahan hingga dua tahun," kata Kementerian Kesehatan.


©AFP 2020/GIL COHEN-MAGEN


Menteri juga mengumumkan bahwa sejumlah negara telah menunjukkan minat pada vaksin, dan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) berinvestasi dalam produksi dan promosi vaksin di luar negeri.


Vaksin tersebut diharapkan akan diedarkan ke sipil pada 1 Januari 2021, menurut sertifikat pendaftaran.


Vaksin tersebut dikembangkan bersama oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia. Ini memiliki dua komponen yang disuntikkan secara terpisah yang bersama-sama diharapkan untuk membangun kekebalan jangka panjang terhadap virus.


Uji klinis vaksin dimulai pada 18 Juni dan melibatkan 38 sukarelawan. Semua peserta mengembangkan kekebalan. Grup pertama dibebastugaskan pada 15 Juli, grup kedua pada 20 Juli.



















⚠ Peringatan Covid-19





























Update kasus virus corona ditiap negara