Friday, December 8, 2017

Bisakan Biasakan Jalan Kaki

Bisakan Biasakan Jalan Kaki

Menjaga pola hidup sehat sudah harus jadi kebiasaan diterapkan dalam diri kita. Ini bukan karena semakin mahalnya biaya medis, tapi sangat menguntungkan bagi siapa saja yang senang tidak ingin melewati harinya tanpa aktivitas rutinnya, tetap muda bergairah, bisa menggerakkan badan dan tanpa ada satu pun bagian sendi yang nyeri. Kebiasaan ini seharusnya ditularkan juga kepada anak - anak agar mereka kelak menjadi anak yang sehat, tangguh, cerdas dan periang.




Bulan july yang lalu, UStoday merilis hasil riset dari stanford University, yang dipimpin oleh seorang professor bioteknologi, Scott Delp, yang diterbitkan dalam Jurnal Nature, yang mengambil random 700000 orang di 46 negara. Ternyata hasilnya mencengangkan, Indonesia berada diperingkat paling buncit. Indonesia, terutama citizen DKI orang yang paling malas jalan kaki.


Hasil riset ini bisa dikompare dengan jumlah orang yang mengalami obesitas, dari tahun ke tahun dari data Depkes dan BPS mengalami peningkatan dengan prevalensi lingkat perut 90 cm untuk pria dan 80 cm untuk wanita . Ini menunjukkan malas jalan kaki meningkatkan kegemukan.


Menekan angka ini harus dimulai dengan pola hidup sehat. Pola hidup sehat itu kebiasaan terpadu mengatur pola makan, asupan gizi dengan pola aktivitas menggerakkan badan. Asupan gizi yang cukup, pola makan yang sudah benar, tidak akan mampu mengurangi obesitas, karena tanpa satu pelengkap, yakni membiasakan pola aktivitas dalam menggerakkan tubuh juga menjadi hal yang fundamental.


Pasca perang vietkom, wanita Vietnam menjadi idola karena bentuk tubuhnya yang langsing dan sexy, begitu dengan Indonesia pada tahun 40 sd 50an, begitu dengan Eropa pada masa dan pasca Perang Dunia II. Ini tidak ada kaitan karena kekurangan asupan makanan, namun karena kebiasaan yang memaksa orang untuk aktif bergerak dengan berjalan kaki untuk pindah bermigrasi.




Meningkatnya jumlah obesitas ada korelasi yang kongruen dengan meningkatnya kesejahteraan. Hal ini bukan berarti baik jika obesitas itu dibiarkan. Ini akibat kebiasaan malas jalan kaki dan gemar kuliner. Jalan keluarnya dengan membiasakan olahraga, olah tubuh setiap hari.


Olah raga terbaik bukan olah raga yang disiapkan, dengan menggunakan kostum olahraga. Olah raga yang terbaik adalah yang melekat dengan rutinitas keseharian. Biasa jalan kaki ke tempat kerja, ke pasar, ke sekolah, ke tempat kuliah adalah solusinya, tentunya bukan berjalan dengan jarak tempuh jauh, cukup hanya 100 sampai 500 m.


Di usia 20 sampai dengan 30 tahun olahraga dengan permainan baik bagi kelancaran supply makanan yang dialirkan darah ke seluruh jaringan tubuh. Sedangkan di usia 30 harus mulai mengurangi kebiasaan olah raga seperti ini, mulai diperbanyak kebiasaan jalan kaki. Pada usia 40 tahun ke atas sudah harus bisa menghentikan olah raga permainan dan lari. Cukup dengan jalan kaki. Jalan kaki ini tidak bisa di bayar dengan treadmil, karena ketika kaki bergerak harus balance dengan oksigen yang dihirup. Sedangkan pada anak - anak dengan membiasakan bersatu dengan alam


Jadi yang terpenting disini menyadari setiap perubahan alami yang terjadi pada diri kita seiring dengan peningkatan usia. Semakin meningkat usia semakin berkurang daya, kelenturan organ tubuh. Dan perlu diketahui, diusia 40an dalam hubungan intim itu berbeda pada usia 30an, pada usia seperti itu sendi cepat lelah dan pegal. Untuk mengurangi masalah ini, mulai membiasakan jalan kaki dan stop olahraga lari atau permainan. Jadi Bisakan Biasakan Jalan Kaki?


Semoga bermanfaat.